23 Maret 2010

Shutter Island



Sinopsis:
Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) dan Chuck Aule (Mark Ruffalo) adalah dua orang U.S Marshal yang dikirim ke sebuah pulau di area Massachusetts yang bernama Shutter Island untuk menyelidiki kasus hilangnya seorang wanita bernama Rachel Solando (Emily Mortimer).

Shutter Island sebenarnya adalah sebuah pulau yang difungsikan sebagai rumah sakit untuk merawat para narapidana yang menderita gangguan kejiwaan. Sebelum menghilang, Rachel sempat meninggalkan sebuah pesan yang bertuliskan 'Apa yang terjadi pada pasien 67'. Teddy yakin bahwa pesan ini ada sangkut pautnya dengan hilangnya Rachel dan bertekad menelusuri kasus ini.

Sayangnya, tak semua pihak berminat menuntaskan kasus ini. Malahan pihak rumah sakit jiwa di sana menolak memberikan bantuan. Teddy akhirnya merasa curiga bahwa pihak rumah sakit terlibat sebuah kasus dan tak ingin Rachel ditemukan karena itu akan mengungkap sesuatu yang telah lama disembunyikan. Sayangnya Teddy bukan termasuk orang yang mudah menyerah. Ditambah lagi dengan badai yang menutup kemungkinan untuk meninggalkan pulau itu, tak ada pilihan buat Teddy selain melanjutkan penyelidikannya.



hem sebenernya gue sangatlah terlambat menonton film ini. Maklum bioskop langganan ( baca: TA)sedang direnovasi. Dan gue nonton sebelum baca novelnya yaaaa. Jadi saya tidak tahu ending aslinya bagaimana. Katanya sih di novel si tokoh utama memang gila.

Pertamanya sih masih bisa ngikutin menjelang akhir juga bisa (terus maksud lo apa ris). Nah. endingnya ini yang jadi permasalahan saya. Ending antara si tokoh utama ini benar-benar gila atau dibuat jadi gila(lama-lama yang nonton yang gila). entah si tokoh utama ini dipusingkan oleh cerita orang-orang di shutter island atau si tokoh utama ini bikin dunianya sendiri. Keduanya sebenernya gak salah apalagi pas gue buka kaskus banyak banget orang yang mengemukakan pendapatnya. Dan pas gue baca, shitman masuk akal semua. Jadi, kalo nonton film ini endingnya tergantung pemikiran yang nonton. Widih asik ye.

Trus kalo ada tugas bahasa dari Pak Udi (-,-) tentang unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik pasti kita pusing menentukan tokoh protagonis sama antagonis.hemeh

Mungkin film ini ngajarin kita bahwa ga ada yang bener mutlak dan ga ada salah mutlak. Bisa aja dari sudut kita sesuatu itu dianggap benar tapi dari sudut lain dianggap salah. Ya karena itu, ga ada yang mutlak. Di ipa yang 'katanya' ilmu pasti dan ga berubah aje ada yang namanya ketidakpastian di fisika. Trus planet pluto udah gak jadi planet lagi. Ada juga daerah di muka bumi yang ga pengaruh sama gravitasi (pohon miring, manusia bisa berdiri di tembok, dll).

Sepertinya kita ga bisa menghakimi 100% sesuatu itu baik/benar maupun buruk/salah.

Cuma itu sih yang gue dapet dari film ini.

Sekian dan terimakasih

si fares

1 komentar:

Tasha Nastiti Waris mengatakan...

film nya membuat kita ingin nonton lagi ya ris, tapi jangan di CL kresekkresek bunyi nya --"